Indonesia catatkan surplus dagang nonmigas dengan India, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Apa saja komoditasnya?

Koridor.co.id

Ilustrasi Kegiatan Ekspor

Perdagangan nonmigas Indonesia terus mencetak surplus. Pada periode Oktober 2022, Nusantara berhasil mencatatkan surplus dagang nonmigas terbesar dengan tiga negara yakni India, Amerika Serikat, dan Tiongkok.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (15/11/2022), Indonesia mengalami surplus dagang yang paling besar dengan India sebesar US$1.699,6 miliar. Penyumbang surplus terbesar yakni bahan bakar mineral US$865,0 juta; lemak dan minyak hewani atau nabati US$575,1 juta; dan besi dan baja US$168,8 juta.

Selanjutnya surplus dagang dengan Amerika Serikat sebesar US$1.286,9 miliar. Penyumbang surplus dagang dengan Negara Paman Sam ini berasal dari mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya US$327,5 juta; lemak dan minyak hewani atau nabati US$209,1 juta; dan alas kaki US$180,8 juta.

Berikutnya surplus dagang dengan Tiongkok. Surplus dagang dengan Negeri Tirai Bambu ini sebesar US$1.045,4 miliar. Penyumbang surplus dagang antara lain bahan bakar mineral US$1.599,6 miliar; besi dan baja US$1.452,1 miliar; serta lemak dan minyak hewani atau nabati US$913,6 juta.

Sementara defisit dagang terbesar nonmigas Indonesia dengan tiga negara lainnya yaitu Australia, Brazil, dan Korea Selatan. Indonesia defisit dagang dengan Australia sebesar US$533,8 juta. Penyumbang defisit terbesar yaitu serealia US$205,0 juta; bahan bakar mineral US$127,4 juta; dan binatang hidup US$62,6 juta.

Indonesia juga mengalami defisit dagang dengan Brazil sebesar US$314,0 juta. Penyumbang defisit terbesar antara lain ampas dan sisa industri makanan US$212,6 juta; gula dan kembang gula US$77,8 juta; dan daging hewan US$31,4 juta.

Defisit dagang juga terjadi dengan Korea Selatan sebesar US$183,9 juta. Penyumbang defisit terbesar yakni mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya US$117,4 juta; mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya US$116,2 juta; serta besi dan baja US$90,5 juta.

Selama periode Oktober 2022, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$5,67 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$7,66 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,99 miliar.

Nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2022 mencapai US$24,81 miliar atau naik 0,13 persen dibanding ekspor September 2022. Begitupula bila dibanding Oktober 2021 nilai ekspor Indonesia telah naik sebesar 12,30 persen.

Artikel Terkait

Terkini