— JAKARTA – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri melakukan upaya percepatan pemulihan dokumen kependudukan bagi warga terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur. Dalam kegiatan ini, Ditjen Dukcapil tidak hanya memberikan pelayanan langsung tetapi juga menyerahkan bantuan hibah dan perangkat teknis untuk menunjang kelancaran penerbitan dokumen di wilayah yang terdampak bencana.

Bantuan hibah yang diserahkan mencakup dua rim blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) atau setara 4.000 keping, satu unit perangkat internet Starlink, satu unit SAM Card, satu set ribbon, film, dan cleaning kit untuk printer, dua rim kertas A4 80 gram, serta satu unit printer inkjet. Selain itu, diserahkan pula satu unit alat perekam KTP-el portabel atau mobile enrollment yang bersifat pinjam pakai.

Sekretaris Ditjen Dukcapil, Hani Syopiar Rustam, menyatakan bahwa penyerahan bantuan sarana ini bertujuan untuk memastikan proses penggantian dokumen warga yang hilang atau rusak akibat gempa tidak mengalami hambatan. “Kehadiran kami di Manggarai Barat adalah amanat untuk memastikan pelayanan publik dasar tidak lumpuh. Perangkat Starlink dan alat rekam portable ini kami serahkan agar petugas dinas di daerah bisa bergerak fleksibel ke posko-posko pengungsian. Seluruh penggantian dokumen kependudukan warga yang terdampak bencana dipastikan gratis,” jelas Hani dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2026).

Hani menegaskan bahwa kehadiran tim Kemendagri adalah untuk memastikan hak sipil warga tidak terhenti di tengah situasi darurat pascabencana. “Dukcapil hadir untuk memastikan warga yang kehilangan atau mendapati dokumen kependudukannya rusak akibat gempa bisa segera mendapatkan penggantinya. Bantuan perangkat dan sarana teknis yang kami serahkan hari ini diharapkan memperkuat daya jangkau Dinas Dukcapil Manggarai Barat dalam melayani masyarakat hingga ke pelosok terdampak,” ujarnya.

Agenda layanan jemput bola ke Kabupaten Manggarai Barat dilaksanakan pada Senin (24/8). Meskipun gedung kantor mengalami kerusakan berupa retak dinding akibat guncangan gempa, pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan normal. Rombongan tim diterima langsung oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut, yang mewakili Bupati, didampingi Kepala Dinas Dukcapil Manggarai Barat, Valentinus Andi.

Pius Baut menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata dari Kementerian Dalam Negeri. “Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Manggarai Barat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Ditjen Dukcapil. Bantuan sarana pendukung seperti Starlink dan tambahan blanko KTP elektronik ini sangat krusial bagi kami, mengingat kelancaran sinyal dan pasokan logistik kependudukan amat dibutuhkan untuk mempercepat pelayanan di area bencana,” ujar Pius.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Dukcapil Manggarai Barat, Valentinus Andi, menyatakan kesiapan jajarannya untuk merapat ke titik-titik lokasi terdampak bersama Tim Ditjen Dukcapil. “Meskipun bangunan kantor kami mengalami retak-retak, semangat anggota di lapangan tidak surut. Dengan adanya alat rekam portable dan ketersediaan blanko dari pusat, kami siap menyisir warga yang kehilangan dokumen di desa-desa terdampak,” tutur Valentinus.

Rombongan juga mendatangi Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat untuk berkoordinasi dengan Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, dan Ketua DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin. Wakil Bupati (Wabup) Yulianus menyampaikan apresiasi tinggi serta menitipkan salam hormat kepada Dirjen Dukcapil atas gerak cepat jajaran Kemendagri di lapangan.

Tim turut memantau perkembangan situasi di Command Center BPBD Manggarai Barat. Hingga Senin sore, aktivitas seismik masih terasa dengan rentetan gempa susulan berkekuatan di bawah M 4, termasuk guncangan berkekuatan 2,6 SR yang terdeteksi di sekitar pesisir Kabupaten Manggarai (Ruteng) saat peninjauan berlangsung. Berdasarkan data rekapitulasi hingga pukul 18.39 WITA, layanan jemput bola dan pelayanan rutin di Manggarai Barat pada hari pertama berhasil menerbitkan total 358 dokumen kependudukan.

Rincian penerbitan dokumen tersebut meliputi perekaman KTP-el sebanyak 36 jiwa, pencetakan KTP-el 94 keping, cetak Kartu Keluarga (KK) 174 lembar, cetak Kartu Identitas Anak (KIA) 5 keping, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) kepada 13 pemohon, cetak Surat Pindah Datang 12 dokumen, cetak akta kelahiran 18 lembar, cetak akta kematian 4 lembar, dan cetak akta perkawinan 2 lembar. Pelayanan tanggap bencana ini akan terus berlanjut ke sejumlah titik pengungsian dan lokasi yang terdampak gempa di wilayah Kabupaten Manggarai Barat selama beberapa hari ke depan.